Kitab Mazmur
Kitab Mazmur adalah kitab yang terdiri dari 150 pasal. Secara tradisional, kita ini berasal dari Raja Daud.
Menurut Julius Wellhousen, Kitab mazmur digubah dalam kepentingan ibadah Israel. Sebagaimana diketahui bahwa pertumbuhan iman dan spritualitas dibangun atas tradisi ibadah dimana mazmur punya peranan penting dalam konteks ibadah. Secara umum, judul tersebut tidak berpengaruh tapi penting untuk mengetahui konteks nyanyian itu digunakan. Mazmur ini juga dilihat dari jenis yang beraneka ragam. Namun untuk memahami perlu memperhatikan dulu irama puisi Ibrani. Jadi kita harus melihat konteks dari kitab itu dari perspektif ibadah.
Menurut Herman Gunkel , bahwa Kitab Mazmur bisa dipahami dalam konteks Ibadah orang Yahudi.Untuk memahami mazmur perlu dipahami cara membacanya. Maka perlu
diperhatikan iramanya sebagaimana membaca puisi. Judul dalam mazmur
sangat pentung dan perlu untuk memahami nyanyian itu dilakukan, misalnya
dengan alat music.
Paralelisme membrorum = Kitab ini mengubah parallel dengan irama tertentu.
Ada 4 jenis paralelisme:
1. Paralelisme Sinonim = gagasan/ ide dari beris pertama nyanyian tersebut diulangi kembali pada baris berikut dengan nada yang sama.
2. Paralelisme Antithesis = gagasan baris 1 diulangi di baris 2 dengan makna berlawanan
3. Paralelisme Sintetis = gagasan yang terdapat pada baris 1 ditegaskan pada baris kedua
4. Paralelisme perbandingan/gambaran = mengambil gambaran atau ide dari lingkungan alam sekitar cth. Maz 69; orang nyaris tenggelam.
Dari sudut penulisan kitab ini dibagi 5 Jilid:1. Jilid I : 1-41 (Mazmur Daud; dikenali dengan penutup yang merupakan doxology)
2. Jilid II : 42-72
3. Jilid III : 73-89
4. Jilid IV : 90-106
5. Jilid V : 107-150
Redaktur ingin menuntun kitab ini mau menggenapi doxology jika tiap jilid ada doxology maka pasal terakir ditutup dengan seluruh doxology.
Dari segi penulis:
- Mazmur Daud juga (51-71)
- Mazmur dari Korah (42-49)
- Mazmur dari Asyaf (50,73-83)
- Mazmur Jiarah (120-134)
- Mazmur Haleluya (135, 146-150)
Untuk menafsirkan harus baca konteks kehidupan Daud dan sejarah hidupnya.
Misalnya Maz 23 : Gembala (ra’a)
Lihat latarbelakang konteks Daud.
Tidak lagi dipermasalahkan Kanon karena sudah dipakai dalam Ibadah. Catatan : muncul lagi Mazmur raja dimana tidak ada lagi kerajaan, tetapi para komponis mereka mengagungkan sebagai raja.
Dari Segi Isi
1. Mazmur Nyanyian – Pujian Cirinya : memuji dan mengagungkan Tuhan, mensyukuri apa yang dirasakan
Pasal 8,19,29,33,(Maz 19:2&6),104,105,111,113,114,117,135,136,145-150
2. Mazmur keluhan yaitu pribadi dan umat.- Keluhan Pribadi (3,5-7,13,22,25-28,31,35-36,38-40,42-43,51,54-57,59,61,64,69-71,86,88)
- Keluhan Kolektif (44,58,60,74,79,80,83,85,90,126)
3. Nyanyian syukur- Pribadi (9,18,23,32,34,40,66,92,107,116,138,146)
- Kolektif (67,124,135)
4. Mazmur Raja- Mengagungkan Tuhan sebagai raja (47,53,96-99)
- Raja Israel (2,18,20,21,45,72,110,132)
5. Mazmur Hikamat / Pengajaran Taurat
(Maz 1,32,34,37,49,112,119,127-128,133)
6. Mazmur Ratapan (dekat dengan keluhan tetapi lebih merupakan Ratapan:- Pribadi (3,6,13,22,25,38,39,42,43,51,61,63,86,102,130,140,143)
- Kolektif (44,74,79,80,83)
Ciri-ciri mazmur ratapan:
- Ekpresi perjalanan menderita
- Melimpahkan semua persoalan kepada Tuhan
- Tidak menyebutkan siapa yang menyebabkan dia menderita karena dia yakin Tuhan tahu.
7. Mazmur Ziarah (120-134)
8. Mazmur BungarampaiTemanya bermacam-macam : ada tema kebenaran:
(28,46,66,76,95,105,106,108,114,134,137)